Rabu, 04 Mei 2011

ABG Amerika Populer Dengan Mempertahankan Status Tetap Perawan dan Perjaka

Orang-orang di negara Barat dikenal dengan kebiasaan seks pranikah atau seks bebas. Bahkan, remaja pun merasa harus segera menghilangkan keperawanannya agar tak dibilang kuper. Namun, sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control dan National Center for Health Statistics mengungkapkan bahwa anak muda Amerika kini cenderung menunda hubungan seks. Artinya, bersikap tetap perawan justru kembali populer di sana.
Temuan ini didapatkan setelah NCHS mengadakan wawancara perorangan dengan sekitar 13.500 pria dan wanita usia 15-44 tahun. Mereka ditanya mengenai siapa partner seksual mereka, jenis aktivitas seks apa yang biasa dilakukan, dan siapa yang belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali.
Peneliti menemukan bahwa antara 2006 dan 2008, jumlah pria usia 15-24 tahun yang belum pernah melakukan kontak seksual apa pun dengan orang lain jumlahnya 27 persen. Pada 2002, angkanya hanya 22 persen. Sedangkan perempuan usia 15-24 tahun yang belum pernah melakukan aktivitas seks jumlahnya 29 persen (pada tahun 2002, jumlahnya juga 22 persen).

Penemuan ini tentu bertentangan dengan laporan lain menyangkut perilaku seksual remaja, demikian menurut Anjani Chandra, peneliti kesehatan di NCHS. Terlihat bahwa remaja usia 15-19 tahun adalah yang terbanyak dari kategori yang menunda hubungan seksual ini.

"Menurut saya, banyak orang salah menanggapi hal ini dengan mengartikan mereka belum pernah melakukan seks melalui vagina," katanya. "Tapi yang kami dapati adalah mereka tidak melakukan kontak seksual dalam bentuk apaun. Mereka tidak melakukan seks oral atau seks anal. Tidak sama sekali."

Chandra mengatakan bahwa ia tak bisa berspekulasi mengapa anak muda mempertahankan keperawanan di usia tersebut. Namun, ia menduga penyebabnya adalah pendidikan seks yang baik dan pesan-pesan mengenai penundaan hubungan seksual. Atau, mungkin juga responden tidak mengungkapkan hal yang sebenarnya.

Apa pun alasan di baliknya, dan benar-tidaknya pengakuan dari responden, hasil penemuan ini boleh ditanggapi secara positif. Kalau anak muda di negara yang bebas saja kembali mempertahankan prinsip menunda hubungan seks hingga cukup dewasa dan bertanggung jawab untuk melakukannya, mengapa kita tidak?


Related Article:

0 komentar:

Poskan Komentar


 
KLIK Gambar/Link Di Bawah Ini Untuk Menutup Iklan Ini
Copyright 2010 New Magazine. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog