Minggu, 22 Mei 2011

90% Produk di Jabar Belum Bersertifikat SNI


Sebanyak 90 persen produk di Jawa Barat belum bersertifikat  Standar Nasional Indonesia (SNI) akibat kurangnya sosialisasi pemerintah pusat kepada daerah.

Ironisnya, banyak perusahaan yang belum faham akan pentingnya label SNI dalam produk yang mereka hasilkan.
“Padahal dengan label SNI, konsumen akan lebih percaya, sehingga otomatis juga akan mendongkrak keuntungan
perusahaan,” ungkap Dedi Wijaya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Wilayah Jawa Barat.

Jika semua produk perusahaan dalam negeri memiliki label SNI, Dedi yakin konsumen akan lebih percaya. Ia menilai konsumen akan beralih ke produk impor jika konsumen tidak percaya dengan kualitas produk."Dikhawatirkan minat produk dalam negeri akan menurun akibat tidak adanya jaminan kualitas," katanya di Bekasi, Minggu 22 Mei 2011.

Apindo Jawa Barat lanjut Dedi, tengah berupaya untuk meminta agar Kementerian Perindustrian, bersedia lebih gencar dalam sosialisasi pentingnya label SNI kepada seluruh perusahaan di Indonesia. “Label SNI sangat penting, karena dari situlah konsumen bisa mengetahui kualitas produk yang akan dibeli,” lanjutnya.

Dedi berharap, pemerintah pusat bisa mempermudah pengurusan dalam memperoleh label SNI. Karena selama ini untuk mendapatkan sertifikat SNI sangat sulit dan lama prosesnya. "Jika perlu pengurusan tidak harus ke pusat, tapi bisa di cabang-cabang yang dibentuk tiap daerah," tutupnya.

Related Article:

0 komentar:

Poskan Komentar


 
KLIK Gambar/Link Di Bawah Ini Untuk Menutup Iklan Ini
Copyright 2010 New Magazine. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog